Hal yang perlu diperhatikan saat memilih PSU

Last modified date

Comments: 0

Power Supply Unit (PSU) ialah Hardware komputer yang fungsinya menyalurkan daya ke perangkat yang ada pada komputer. Dengan merubah arus AC (tegangan listrik bolak-balik), menjadi arus searah (DC). PSU sendiri menjadi jantung dari komputer

PSU yang bermasalah akan menyebabkan hardware lain bermasalah. Bila kamu merakit suatu PC managemen daya akan menjadi hal yang kamu pertimbangkan setelah pemilihan hardware lain.

Bila kamu masih awam ada beberapa hal yang wajib kamu ketahui kala memilih PSU. Dari mulai type sampai fitur maupun kemampuannya. Nah berikut beberapa hal umum yang bisa kamu perhatikan

Sertifikasi

Pernah lihat tulisan 80 plus blablabla?. Nah yang di maksut sertifikasi addalah hal tersebut. Secara garis besar hal ini menentukan kualitas PSU. Bukan hanya untuk gaya-gayaan sertifiksi ini menjadi tolak ukur.

Sertifikasi ini ada 6 level, dilansir dari  Wikipedia. Sertifikasi 80 Plus sendiri dibagi menjadi 80 Plus White (biasa), 80 Plus Bronze, 80 Plus Silver, 80 Plus Gold, 80 Plus Platinum dan yang paling tertinggi adalah 80 Plus Titanium.

Semakin tinggi level semakin bagus juga efisiensi daya yang mampu di proses. Ini juga mempengaruhi daya masuk dan efisiensinya daya yang digunakan dalam PC itu sendiri. Perlu dicatat ada banyak PSU yang asal menempel logo palsu tanpa sertifikasi asli. Jadi bila membeli baiknya cari yang memang merk tersebut telah terbukti.

Sistem proteksi PSU

Merupakan fitur proteksi PSU dalam mencegah Kerusakan. Baik karena daya masuk atau beban daya dan faktor lain. Conoh proteksi yang biassa ada di PSU pasaran antara lain:

  • OCP (Over Current Protection), fitur ini berfungsi untuk mencegah kerusakan pada PSU akibat arus masuk atau keluar yang terlalu besar hingga melebihi kemampuan psu itu sendiri.
  • OVP (Over Voltage Protection), dari namanya sendiri sudah jelas, ya fitur ini fungsinya untuk mencegah kerusakan PSU akibat tegangan yang terlampau tinggi.
  • OTP (Over Temperature Protection), berkaitan dengan suhu pada PSU disaat sedang bekerja. Fungsinya untuk melindungi komponen-komponen pada PSU itu sendiri dari suhu yang terlalu tinggi.
  • SCP (Short Circuit Protection), fitur ini berfungsi untuk proteksi bila sewaktu-waktu PSU mengalami short circuit (arus pendek) sehingga kerusakan lebih lanjut dapat dicegah.
  • OPP (Over Power Protection), gabungan dari OVP dan OCP yang fungsinya lebih untuk mendeteksi kelebihan daya pada tiap-tiap rail output sehingga psu bisa berjalan normal.
  • UVP (Under Voltage Protection), fitur ini sendiri berfungsi mencegah keluaran daya PSU dengan voltase yang terlampau rendah. Efeknya sistem yang berhubungan dengan PSU mendapatkan suplai daya yang wajar dan normal namun ada batas-batas tertentu yang masih bisa dimaklumi. Biasanya range yang masih bisa dijangkau adalah 110va.
Baca Juga  Legends of Runeterra (LOR): Patch 2.7.0 breakdown: Semua yang wajib kamu ketahui.

Penting? Sudah jelas sangat penting. Dengan adanya sistem proteksi akan memberikan kenyamanan pada pengguna komputer. Jadi bagi kalian yang mau membeli sebuah PSU ada baiknya memperhatikan sistem proteksi yang ada pada PSU tersebut, semakin lengkap semakin baik.

Type PSU

Dibagi menjadi MODULAR dan NON MODULAR. Namun non modular kini sudah hampir punah, mungkin karena kurang ringkas. Modular lebih dianjurkan untuk cable management yang lebih rapi.

  • Modular, PSU dengan kabel yang dapat di pasang copot.
  • Non Modular, Memiliki kabel yang menempel permanen.

Power Factor Correction (PFC)

Fitur utama PSU, yakni memperbaiki arus masuk yang akan di konsumsi hardware lain. Dibedakan menjadi 2 yakni:

  • Aktif PFC, memberikan frekuensi daya lebih efisien. Karena Aktif PFC menggunakan sirkuit untuk memperbaiki faktor daya dan mampu menghasilkan faktor daya teoritis lebih dari 95%. Aktif PFC mengoreksi tegangan input AC secara otomatis dengan berbagai macam tegangan input. Karena Aktif PFC adalah metode yang lebih kompleks dari PFC. Sederhananya fitur APFC akan menyesuaikan tegangan day dengan range tertentu. Jadi misal tegangan listrik kita tiba-tiba drop pada tegangan 180 dari 220va, komputer tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ini tidak berlaku pada psu yang tidak memiliki fitur ini. Biasanya komputer yang menggunakan PSU tanpa fitur ini akan mengalami “restart” atau bisa juga mati dengan sendirinya.
  • Pasif PFC, menggunakan filter kapasitif pada masukkan AC untuk memperbaiki faktor daya yang buruk. Pasif PFC mungkin akan terpengaruh ketika getaran lingkungan terjadi. Pada Pasif PFC, tegangan input AC diatur manual. Pasif PFC juga tidak menggunakan potensi energi penuh dari garis AC. Maksud manual yang telah dijelaskan tadi adalah kita mengatur tegangan pada psu secara manual, karena pada psu yang memiliki fitur ini, ada tombol untuk merubah tegangan dari 220 ke 110 atau sebaliknya.
Baca Juga  Daftar Kuota Murah Telkomsel

Untuk hal ini juga mungkin Pasif PFC akan diinggalkan. Terlebih PSU mid-end dan generasi baru. Ini dikarenakan topangan hardware dan juga user experience yang lebih diutamakan di zaman ini.

Kapasitas daya.

Dari yang kecil hingga 1000w lebih, banyak sekali ukuran yang di implementasikan tiap PSU. Untuk memuddahkan prhitungan kamu dapat memasukkan list hardware yang di tanggung psu ke

sebagai gambaran berikut hasil dari hardware yang saya pakai

AMD Ryzen 7 2700X NVIDIA GeForce RTX 2060 SUPER – PSU Calculator – Build YFVWzg (outervision.com)

Dengan Hasil 411w yang dibutuhkan. Namun sasya memakai 650w dengan berbagai pertimbangan dari kemungkian upgrade dan overclocking. Serta semakin besar kapasitas PSU maka akan makin aman juga. Karena kamu tak perlu takut semisal terjadi OVERVOLTAGING. Saya merekomendasikan setidaknya keperluan hanya 75% dari keseluruhan kemampuan PSU.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment